Benih Yang Hidup Didalam Kepala.

Untuk Remona

 

Lelaki itu pulang ke rumahnya tengah malam,

Ia melepas celana yang penuh dengan kenangan
yang beberapa hari lalu ia beli dipasar loak.
Baju yang berbahan caci-maki
Dan tas yang dijahit dari meja judi teman kecilnya.
Dipandanginya poto gadis cantik dengan poni mengatung di atas jidat dalam telpon genggamnya itu.
“ gadis itu tak kunjung pergi”
Ucapnya dalam sepi.
Baru saja ia selesai mencelup teh
kedalam api birahinya.
Bahwa ia paham betul tentang mimpi.
Sehingga gadis itu tersimpan rapi dalam ingatannya.
Sampai ia lupa bahwa rumahnya tiada jendela
Jika ia menghembus nafas, keluar caci maki.
Yang berserakan disetiap sudut rumahnya.
Ia telah mencoba membaca lebih dari lima buku
Setiap malamnya.
Tiada tigapun ia pahami kalimatnya.
Sampai ia ingat bahwa membaca membuatnya tersesat ke dalam api unggun yang menjadikannya tiada.
Bahwa ia pintar membaca pengalaman dari pada baca buku.
Tapi malam itu cepat habisnya
Ketika matanya telah dipuncak risau
Ia kembali ingin bermimpi tentang gadis itu
Sontak begitu lama, yang ia tunggu tak kunjung datang
Ia senyap dalam arus dibawah pengaruh bulan.
Ketika ia mati dalam tidurnya.
Ia kembali terkubur dalam kepalanya diatas aanjaag.
Begitu seterusnya.
2017.
#toms
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s