Pak Dosen

Dosen saya orang yang baik, namanya saja dosen, pernah suatu kali dia memberitahu tentang kekhawatiran dirinya mengenai saya, dia mengucap semua kalimat pesimis yang buruk tentang saya, saya makin menjadi-jadi untuk menjadi diri sendiri, membuktikan kepadanya bahwa dia tidak pernah tau apa-apa tentang saya, pun saya berniat untuk membuat dia malu dengan asumsi yang asalan itu, tapi saya tetap menjaga kehormatannya yg dia perjuangkan bertahun-tahun untuk jadi seorang dosen, niat itu saya buang dan mengganti untuk melupakan kejadian itu, saya berpikir bahwa dia bukan siapa-siapa dalam perjuangan hidup saya sendiri, lagi pula saya belum menjadi apa-apa, tapi kembali lagi ke awal bahwa dia tetap seorang dosen.